MEMADU KASIH DENGAN PUTRA PRESIDEN
Hari ini Kamis 11
Juni, putra sulung Presiden Joko widodo(jokowi),Gibran rakabuming rakaakan
mempersunting Putri Solo 2009,Selvi ananda putri.Meski hubungan cinta mereka
sudah terjalin sejak 6 tahun lalu, namun baik sahabat keduanya maupun
masyarakat Solo tak banyak yang mengetahuinya. Gibran yang memiliki pribadi
tertutup dan Selvi yang sebenarnya lebih terbuka, bisa menyimpan rapat-rapat
hubungan tersebut.Sebagai penyandang gelar Putri Solo 2009, Selvi sering terlibat dalam acara budaya dan pariwisata di Pemerintah Kota Solo,untuk mengenalkan potensi wisata yang dimiliki. Selvi kerap bertugas menyambut tamu resmi di rumah dinas wali kota, Loji Gandrung. Di rumah bikinan Belanda itulah Selvi dan Gibran kembali sering bertemu, hingga keduanya menjadi dekat.
Kedekatan keduanya semakin terlihat saat Selvi mengikuti dalam rombongan Solo Batik Carnival (SBC) di Parade Internasional Chinghay, Singapura dari tanggal 19 dan 20 Februari 2010. Kebetulan, pria kelahiran 1 Oktober 1987 sedang menyelesaikan kuliah di Management Development Institute of Singapore (MDIS).
Ketua Paguyuban Putra-Putri Solo, Raden Ayu (Ray) Febri Haspsari Dipokusumo mengaku mengerti banyak kisah cinta keduanya. Menurut dia, tumbuhnya cinta Selvi dan Gibran lantaran keduanya sering bertemu. "Kalau pepatah Jawa mengatakan, 'witing tresna jalaran saka kulina'. Yang artinya, cinta itu tumbuh karena sering bertemu atau terbiasa. Tapi kapan resminya mereka pacaran saya tidak tahu," ujarnya.
Febri mengatakan, dirinya juga menjadi saksi, jika ibunda Gibran, Iriana mempunyai keinginan agar anaknya bisa mendapatkan istri seorang Putri Solo. Keinginan tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan kepada finalis Putra-Putri Solo tahun 2009. Ternyata keinginan dan doa tersebut dikabulkan.
Gibran dikenal sebagai pengusaha muda yang gigih. Tahun 2010 dia membuka usaha katering bernama Chili Pari yang kini sukses. Tak puas dengan satu usaha, Gibran kembali membuka restoran martabak dengan nama Markobar (Martabak Kotta Barat) di kawasan Kotta Barat, sekitar Solo Grand Mall, dan di kawasan Pabelan, Kartasura. Berkat kegigihannya tersebut ia juga sering diundang menjadi pembicara di berbagai acara workshop dan seminar kewirausahaan.
Sementara Selvi yang merupakan anak kedua pasangan Didit Supriyadi dan Supartini pernah bekerja sebagai pembaca berita di salah satu stasiun televisi lokal di kota Solo. Usai menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Solo, ia melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AUB Solo. Kemudian ia sempat bekerja di Bank Panin di kawasan Pasar Legi, Solo. Namun, sejak pemberitaan mengenai rencana pernikahannya beredar, Selvi mengundurkan diri dari bank tersebut. Wanita kelahiran Solo 9 Januari 1989 tersebut sering membantu kedua orang tuanya yang membuka usaha kuliner ayam goreng dan sambal belut di pusat makanan khas Solo Gladag Langen Bogan (Galabo) di Jalan Mayor Sunaryo. Saat berjualan tersebut, Gibran sering berkunjung, dan tak sungkan untuk membantu mengiris lalapan atau menyajikan makanan kepada pembeli. Namun, sejak kabar rencana pernikahan itu, warung makan Didit dan Partini tutup.
Sementara itu, untuk baju pengantin kedua calon mempelai, keluarga Jokowi menyerahkan kepada dua desainer asal Solo, Tuty Adib dan Hanif Aisyah Nanjaya. Tuty mengerjakan baju pengantin Gibran dan Selvi untuk pengajian, prewedding, midodareni, dan ijab kabul. Tuty juga membuat rancangan untuk anggota keluarga inti Presiden Jokowi. Sedangkan baju pengantin untuk resepsi dan baju seragam seluruh keluarga inti Jokowi dan calon besan dikerjakan oleh Hanif Aisyah Nanjaya. Baju pengantin Gibran berupa beskap dengan jarit batik motif Sidomukti dan Sidomulyo.
Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/lika-liku-perjalanan-cinta-gibran-dan-selvi-ananda.html




0 komentar:
Posting Komentar