Cinta adalah
sebuah emosi dari kasih sayang yang
kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat
baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang.
Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan
manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih
sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa
pun yang diinginkan objek tersebut.
Kasih atau
dikenal juga sebagai (Afeksi istilah Psikologi dalam bahasa Inggris Affection)
secara harfiah adalah
semacam status kejiwaan yang disebabkan oleh pengaruh eksternal.
Istilah
ini dalam bahasa Inggris sering digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua
orang (atau lebih) yang lebih dari sekedar rasa sim pati atau persahabatan.
Cinta
dan Kasih adalah sesuatu yang sangat berkesan bagi semua manusia Makna cinta
dan kasih yaitu sama semua menghasilkan makna yang tiada batas.tiap orang juga
pasti juga pendapatnya berbeda-beda. Cinta adalah kekuatan manusia yang paling
tinggi oleh karena itu semua orang memiliki cinta. Selain itu Cinta juga sumber
kekuatan dari segalanya, kita tidak akan dapat mewujudkan setiap impian kita
tanpa cinta karena cinta dapat memberikan dorongan dan motivasi terhadap diri
seseorang.untuk menghasilkan sesuatu yang dinginnkan dapat tercapai dengan
indah. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang kepada orang yang manaruh hatinya
kepada seseorang. sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta, Karena itu cinta
kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang
disertai dengan menaruh hatinya. Banyak orang memaknakan arti cinta itu kepada
pasangannya dan sedangkan kasih itu diberikan kepada ibu,ayah, adik,kakak,
nenek,kakek,teman,sahabat,saudara lainya bahkan kita bisa memberikan kasih
kepada orang lain yang belum kita kenal sebelumnya. sejauh ini terlihat berbeda
antara cinta dan kasih, tetapi makna yang sesungguhnya adalah sama-sama
memiliki rasa sayang terhadap seseorang.
Sedangkan
Pengertian Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat
memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang
dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan, pengertian
tersebut adalah pengertian ilmu budaya dasar secara sederhana.
Hubungannya
Cinta Kasih dengan Ilmu budaya Dasar ?
Hubungan Cinta Kasih dengan Ilmu Budaya Dasar
menurut saya ada,hubungannya berupa pendidikan sikap yang diajarkan dengan Ilmu
Budaya Dasar untuk menghadapi permasalahan-permasalahan dengan penuh cinta dan
kasih sayang seperti penjelasan mengenai cinta kasih.Bentuk wujud cinta kasih
manusia kepada penciptanya adalah pengabdian, kesetiaan, ketaatan dan
sebagaimana. Sebagaimana keterikatan manusia kepada tuhannya. Sedangkan wujud
cinta kasih makhluk hidup kepada sesamanya terbagi atas tiga.Pertama cinta
philiayakni seperti cinta kepada saudara, cinta kepada orang tua, cinta kepada
teman, cinta kepada sesama. Yang kedua cinta eros yakni cinta yang menegakkan
aspek ragawi (erotis).Yang ketiga cinta amor yakni cinta yang menekankan aspek
psikologis dan emosi.Unsur cinta adalah keterikatan, keintiman dan kemesraan.
Ketiganya menyatu dalam segitiga. Dan menjadi ketergantungan. Ketiga unsur
cinta ini sama kuat. Namun jika ketiganya tidak sama-sama kuat akan
mengakibatkan cinta yang hambar. Dan ada ketidak seimbangan antara yang satu
dengan yang lainnya.Sedangkan cinta kasih manusia kepada alam atau
lingkungannya terwujud dalam bentuk menjaga lingkungan, menciptakan keserasian,
keselarasan, keseimbangan dengan alam lingkungan sehingga dapat tercapai
kehidupan yang aman dan tentram. Cinta kasih manusia kepada dirinya sendiri
terwujud dalam bentuk menjaga dirinya sendiri unsur-unsur yang terdapat dalam
cinta adalah simpati seperti kenal, tahu, pengertian, dan perhatian. dan emosi
seperti pengorbanan, tanggung jawab, saling menghormati dan kasih sayang. Cinta
kasih terjadi apabila perasaan simpati antara dua subjek saling mengisi dan
melengkapi sehingga terjadilah dinamika cinta. Setiap makhluk hidup memerlukan
cinta dan kasih. Karena cinta dan kasih merupakan keperluan fundamental setiap
makhluk hidup. Tanpa kita sadari dalam diri manusia terdapat cinta kasih. Emosi
ini terjadi antara kita dan orang lain bahkan dengan ketidak sengajaan. Bahkan
emosi ini juga terjadi antara manusia satu kepada manusia lainnya yang belum
kenal.
Dalam perjalanan hidup manusia, tidak akan pernah lepas
dari yang namanya cinta. Cinta akan selalu ada dalam suatu dimensi yang namanya
manusia. Manusia dicipta dengan penuh cinta, dan tanpa cinta manusia tak akan
lahir. Manusia diciptakan di jagad bumi mengembangan cinta dari tuhan sebagai
khalifah di muka bumi. Yang menjadi pertanyaan besar sekarang ini adalah
pemaknaan akan cinta dalam realitas hidup ini. Apakah cinta dimaknai sebagai
sesuatu yang fitrah yang mesti dijaga ataukah suatu wujud rasa yang mesti
diagungkan. Ketika memberikan sebuah defenisi akan cinta, akan lahir beberapa
defenisi yang tentu saja akan berbeda dari segi substansi atau hakikat cinta
itu. Hal ini dikarenakan sudut pandang yang berbeda pula. Semakin tinggi
tingkat pemahaman terhadap suatu norma atau prilaku, akan semakin kompleks
penjabaran defenisi itu.
A.
Pengertian Cinta Kasih
Pendefinisian
dalam perspektif terminology (bahasa), cinta kasih dapat diuaraikan Cinta kasih
adalah kata majemuk yang telah merupakan ungkapan tetap yang berupa paduan
antara kata sifat yang terdiri dari kata “cinta” dan “kasih”. Cinta akan
diartikan sebagai rasa rindu, ingin, sangat suka, sangat saying, sangat kasih
dan tertarik hatinya. Sedangkan kasih diartikan sebagai perasaan saying, cinta,
atau suka kepada. Dari kata cinta kasih ini, lahir pula beberapa padanan kata
yang hampir semakna. Sebut misalnya, “kasih sayang”, “belas kasihan”,
“kemesraan” dan “pemujaan”. Cinta kasih merupakan inti dari keberadaan manusia
( the core of existence ). Dalam konteks lain, cinta kasih mengandung makna
yang lain, seperti “jatuh cinta”, “dilamun asmara”, “cinta orang tua kepada
anak atau sebaliknya”, “cinta pada alam dan seni”, “cinta kepada negara”,
“cinta sesama manusia” dan yang lebih tinggi “cinta kepada Allah Swt.”.
Semua
istilah tersebut di atas tidak sama, akan tetapi merupakan variasi-variasi dari
sekian banyak istilah. Istilah-istilah ini merupakan padanan yang sangat
memiliki arti yang mengarah pada satu pemaknaan yang utuh. Sehingga melahirkan
tingkatan-tingkatan cinta. Realitas yang tersaji sekarang dihadapan kita
(kondisi internal dan eksternal masing-masing individu) sangat memungkinkan
memberikan tingkatan pada cinta itu. Sehingga lahir ‘cinta kasih yang rendah’, ‘cintah
kasih yang menengah’, dan ‘cinta kasih yang tinggi dan luhur’. Tingkatan cinta
ini bisa saja lahir karena factor pemahaman atau tingkat intelegensi seseorang
atau bahkan tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang. Manusia dalam hal ini
insan pecinta, tidak selamanya akan berada dalam tingkatan cinta tersebut.
Cinta kasih yang rendah yang hanya sekedar menganggap cinta adalah sebuah rasa
yang mesti diekspresikan seketika yang tanpa control dan nilai (absurd).
Pecinta seperti ini cenderung melakukan aktivitas yang menamakan cinta namun
bukan sebenarnya cinta. Tidak diperlukan control dalam penjabarannya bahkan
cinta yang dimaksudkan memiliki nilai tapi seyogyanya tidak ada nilai kecuali
ego dan nafsu semata yang bermain di dalamnya.
Cinta
menengah lahir dikarenakan adanya paradigma bahwa cinta memiliki nilai namun
tidak ada control maupun norma yang mengatur aplikasi. Pecinta seperti ini
cenderung apatis bahkan boleh dikatakan manusia pragmatis. Nilai dimaknai
sekedar pemenuhan hasrat dan rasa. Cinta ini tak bisa lagi dibedakan dengan
nafsu. Pecinta ini melahirkan prilaku pacaran, dan sejenisnya. Penilaian akan
cinta hanya sekedar sebagai rasa yang mesti diwujudkan. Kalaupun ada control
yang bermain, disana hanya berupa rasionalisasi (hasil pemikiran) yang mengedapankan
ego (egosentris ; tak semestinya juga ego diabaikan). Norma yang dianggap
sebagai control hanya norma masyarakat. Selama tidak ada yang diganggu dan
dirugikan, dan tak melewati batas kemanusiaan akan tetap dijalaninya.
Cinta
kasih tidak hanya sekedar cinta belaka, akan tetapi cinta kasih itu timbul dari
lubuk hati manusia yang sifatnya kekal dan tak akan pernah berubah. Dengan
cinta kasih ini, manusia akan selalu berbahagia dan menderita di dalam
hidupnya. Cinta sebagai keperluan fundemantal memang tidak mudah diterangkan
atau didefenisikan. Mengacu pada perspektif sekarang, yaitu dalam
hubungan cinta kasih yang timbul antara dua jenis manusia yang berbeda kelamin
dapat dibedakan dalam empat macam pertumbuhan cinta, yaitu :
A. Cinta
kasih karena kebiasaan
Adalah
cinta yang diperoleh berdasarkan tradisi masyarakat yang dibiasakan, seperti
menikahkan anak-anak yang sebelumnya tidak saling kenal dan cinta tumbuh karena
ikatan sudah ada.
B. Cinta
kasih karena penglihatan
Adalah
cinta yang tumbuh karena penglihatan, seperti kata pepatah :
Darimana
datangnya linta
Dari
sawah turun ke kali
Darimana
datangnya cinta
Dari
mata turun ke hati
Manusia
sebagai makhluk social mempunyai kodrat terbaik pada suatu obyek yang dipandang
indah, cantik, menarik, dan lain-lain.
C. Cinta
kasih karena kepercayaan
Adalah
cinta kasih yang lahir dari kepercayaan atau keyakinan. Hubungan untuk memadu
cinta kasih biasanya diperlukan waktu yang cukup lama untuk saling menyelidiki
karakter, dan saling memupuk cinta kasih.
D. Cinta
kasih karena angan-angan
Adalah
cinta yang lahir dari pengaruh angan-angan atau khayal saja, cinta yang penuh
fantasi.
Menurut
teori, cinta adalah sikap dasar untuk memperhatikan kepuasan dan ketentraman
serta perkembangan orang yang kita cintai




0 komentar:
Posting Komentar