Hubungan manusia dengan kegelisahan
HUBUNGAN MANUSIA DAN KEGELISAHAN
Manusia tidak lepas dari apa yang disebut masalah. Masalah bisa datang
kapan saja dan dimana saja. Semakin tinggi tingkat usia semakin banyak
masalah yang dihadapi. Masalah tersebut dapat berupa penyakit,problem
kehidupan,dilematika,dan lain-lain. Usia remaja adalah usia yang sangat
rentan dengan berbagai masalah, dalam usia ini seseorang masih labil
dalam menentukan jalan hidupnya sehingga terkadang salah dalam memilih
jalannya . Dalam usia remaja, seseorang akan merasa ingin mencari jati
diri yang sebenarnya. Dengan mencoba hal-hal baru,mulai membantah aturan
orangtua, bahkan tidak sedikit yang mulai mencoba sesuatu yang
sebenarnya dilarang oleh agama, itulah sedikit contoh dari perubahan
menuju kedewasaan. Namun tidak semuanya berdampak negative dari remaja,
tidak sedikit pula seseorang menjadi individu yang lebih baik pada usia
remaja ini. Dapat dilihat dengan banyaknya aktivis yang berasal dari
kalangan remaja yang sudah dapat andil dalam masalah pemerintahan,
banyaknya remaja yang sudah berkontribusi untuk masyarakat, dan masih
banyak pula peran pemuda – pemudi yang siap untuk membela Negara.
Semua itu tergantung tiap individu dalam memilih jalan hidupnya.
Berbicara mengenai Manusia dan Kegelisahan, saya dapat menuliskan sedikit dari apa yang telah saya amati dalam lingkungan sekitar. Masalah yang timbul pada seseorang dapat mengakibatkan kegelisahan dalam hidupnya. Contoh sederhana : Seorang remaja yang salah dalam memilih teman bergaul akan masuk dalam kehidupan baru, dia akan mulai mencoba sesuatu dari yang kecil hingga lama-lama akan menjadi sesuatu yang berakibat fatal. Pertama ia akan mencoba menikmati sebatang rokok,kemudian mencoba sedikit demi sedikit masuk dalam dunia gemerlap,dan akhirnya mulai memasukkan dirinya dengan barang haram. Dalam proses tersebut terkadang timbul perasaan bersalah dan menyesal. Namun, yang menyebabkannya terus bertahan dalam keadaan tersebut adalah dengan beberapa factor, yaitu :
1. Kurangnya persatuan dalam keluarga. Maksudnya adalah setiap anggota keluarga kurang memahami anggota keluarga yang lain karena kesibukan masing-masing. Seperti peran orang tua yang kurang memperhatikan anaknya diluar rumah. Atau adanya hubungan yang tidak harmonis dalam keluarga sehingga anak merasa bermain diluar lebih baik daripada dirumah.
2. Minimnya pengetahuan tentang agama. Biasanya seseorang akan belajar agama pada usia kanak-kanak, dimana orang tersebut diajarkan cara membaca iqro,alquran dan pelajaran moral dalam agama. Namun setelah beranjak remaja, kebiasaan dalam belajar agama tersebut mulai menurun bahkan hilang. Padahal pada usia remaja justru dibutuhkan banyak pelajaran agama agar budaya – budaya luar tidak mudah masuk dalam diri kita. Dari kurangnya pendidikan agama tersebut membuat seseorang merasa tidak adanya aturan agama dalam menjalankan kehidupannya.
3. Teman sepergaulan. Ini adalah factor yang sangat menentukan seseorang dalam mencari jati dirinya. Tidak ada manusia yang dapat hidup sendiri karena segala sesuatu nya butuh orang lain. Dari teman bergaul, kita dapat terpengaruh gaya hidupnya, kebiasaannya, cara memandang, dan lain-lain. Dari situlah kita dapat terbawa akan menjadi individu yang baik atau sebaliknya.
Berbicara mengenai Manusia dan Kegelisahan, saya dapat menuliskan sedikit dari apa yang telah saya amati dalam lingkungan sekitar. Masalah yang timbul pada seseorang dapat mengakibatkan kegelisahan dalam hidupnya. Contoh sederhana : Seorang remaja yang salah dalam memilih teman bergaul akan masuk dalam kehidupan baru, dia akan mulai mencoba sesuatu dari yang kecil hingga lama-lama akan menjadi sesuatu yang berakibat fatal. Pertama ia akan mencoba menikmati sebatang rokok,kemudian mencoba sedikit demi sedikit masuk dalam dunia gemerlap,dan akhirnya mulai memasukkan dirinya dengan barang haram. Dalam proses tersebut terkadang timbul perasaan bersalah dan menyesal. Namun, yang menyebabkannya terus bertahan dalam keadaan tersebut adalah dengan beberapa factor, yaitu :
1. Kurangnya persatuan dalam keluarga. Maksudnya adalah setiap anggota keluarga kurang memahami anggota keluarga yang lain karena kesibukan masing-masing. Seperti peran orang tua yang kurang memperhatikan anaknya diluar rumah. Atau adanya hubungan yang tidak harmonis dalam keluarga sehingga anak merasa bermain diluar lebih baik daripada dirumah.
2. Minimnya pengetahuan tentang agama. Biasanya seseorang akan belajar agama pada usia kanak-kanak, dimana orang tersebut diajarkan cara membaca iqro,alquran dan pelajaran moral dalam agama. Namun setelah beranjak remaja, kebiasaan dalam belajar agama tersebut mulai menurun bahkan hilang. Padahal pada usia remaja justru dibutuhkan banyak pelajaran agama agar budaya – budaya luar tidak mudah masuk dalam diri kita. Dari kurangnya pendidikan agama tersebut membuat seseorang merasa tidak adanya aturan agama dalam menjalankan kehidupannya.
3. Teman sepergaulan. Ini adalah factor yang sangat menentukan seseorang dalam mencari jati dirinya. Tidak ada manusia yang dapat hidup sendiri karena segala sesuatu nya butuh orang lain. Dari teman bergaul, kita dapat terpengaruh gaya hidupnya, kebiasaannya, cara memandang, dan lain-lain. Dari situlah kita dapat terbawa akan menjadi individu yang baik atau sebaliknya.



0 komentar:
Posting Komentar