Cari Blog Ini

0 REMBULAN YANG SIRNA

Jumat, 26 Agustus 2016
REMBULAN YANG SIRNA
Malam telah kita lalui bersama                                                                       
Siang menjadi sebuah cerita
Akan kah masih ada cahaya
Yang menerangiku laksana surga

Malam tinggalah malam
Menerpa keras hati yang gundah
Menutup semua masalalu kelam
Karna sinarmu semua indah

Oohh aku terbangun dipagi yang cerah
Hilang sudah semua  yang resah
Melepas penat malam yang lalu
Sebuah lamunan dipagi itu

Malam memanglah kelam
Senandung rembulan yang mulai padam
Tak ada mentari seperti pagi
Membuat sang malam menjadi iri

Oooh malam apa kabarmu
Pagi indah mengganggumu
mentari pagi menyilaukakan
lalu apa yang harus kulakukan?


Read more

1 CERITA MASA ITU

Minggu, 21 Februari 2016
CERITA MASA ITU
Lima tahun sudah berlalu mengubur satu persatu kenangan yang telah  gue ukir pada masa remaja,yaa masa dimana tahun itu menjadi awal mula kisah remaja gue bernuansa sampai tiga tahun ke depan.tepat bulan juli 2011 dimana pengumuman penerimaan siswa baru telah di release tak disangka papan nama yang penuh dengan banyak calon siswa yang akan mendaftar di salah satu sekolah menengah kejuruan favorit di kota tangerang saat itu.diantara wajah wajah cemas para tamatan smp yang akan mendaftar terselip ketidakyakinan bahwa gue adalah salah satu siswa yang dapat menempuh perjalanan masa remaja gue di sekolah menengah ini,bagaimana tidak gue hanya seorang pelajar lulus smp hanya dengan nilai yang sangat pas pasan bahkan terkesan minim.ketidakyakinan gue semakin kuat ketika ada kabar bahwa di sekolah menengah ini hanya menerima 5% saja dari lulusan smp di kabupaten.waw hanya 5%,sedangkan para  pendaftar dari kabupaten sudah ratusan banyaknya.tapi syukur alhamdulillah berkat usaha dan doa yang selalu gue selipkan dalam setiap sujud dan doa gue akhirnya guelah dari sekian banyak pelajar yang di terima untuk  melanjutkan dan menempuh pendidikan di sekolah menengah itu.guelah dari segelintir 5% siswa dari kabupaten yang dapat meneruskan sekolah bergengsi di kota tangerang ini.maha besar Allah.pada saat itu telah gue tetapkan hati untuk berjuang dengan baik dan berusaha sedemikian giatnya agar dapat menjalankan proses belajar dengan baik,selama tiga tahun mendatang yaa pada saat itulah awal mula kisah gue dimulai.
TAHUN PERTAMA
                .MASA ORIENTASI
Awal pertemuan gue dengan karib gue saat itu adalah pada masa orientasi,yaa memang ini sudah
tradisi pada setiap tahun ajaran  baru,masa orientasi ini berfungsi untuk mengenalkan para pelajar baru dengan sekolahan,ruang pembelajaran,guru,serta tata tertib yang berlaku di sekolah kami.selama tiga hari lamanya kami menempuh masa orientasi dengan penuh ke canggungan karena rata rata kami tidak saling mengenal satu sama lain,3 hari itu merupakan sebuah proses dimana kita bertemu dengan teman teman baru kita yang mungkin akan selalu bersama dan berjuang demi lulus dari sekolah menengah kami.
                .PENDIDIKAN KARAKTER
Suatu program baru yang dilaksanakan oleh kepala sekolah masa itu (bpk.kamalsyah) merupakan program yang baru diadakan pertama kali disekolah kami,dan kamilah angkatan pertama yang berangkat mengikuti program ini di YONIF 310 i cikembar,sukabumi,Jawa barat.dengan rasa suka dan duka saat itu kami mulai bergegas.kenapa SUKA dan DUKA ??
SUKA: selepas masa orientasi kami dijanjikan akan berlibur atau camping disukabumi selama tiga hari,tentunya kami berangkat dengan perbekalan yang cukup untuk 3 hari ke depan tidak terlintas di fikiran sedikitpun kami akan dilatih di tempat militer untuk menumbuhkan jiwa corsa dan semangat membela tahan air.
DUKA:kami semua mulai berangkat pada pukul 22.00 menggunakan bus pariwisata,tentu yang ada di pikiran kami semua pada saat itu adalah kita akan pariwisata dan camping di tempat yang masih sejuk dan terjaga udaranya ini,kami di bis mulai bernyanyi dan bersenang senang dengan kawan baru kami serta menghabiskan malam di perjalanan dengan penuh canda dan tawa,tak terasa kami bercanda sampai pukul 3.00 setelah terasa lelah kami pun tertidur,tak lama setalah kami tertidur ada beberapa siswa yang masih terjaga berteriak “KITA DI TEMPAT MILITER?”dengan pertanyaan yang lantang itu hampir semua murid yang ada di bus terbangun kecuali gue dan teman teman gue yang duduk di kursi paling belakang.kita akhirnya di paksa bangun oleh beberapa anggota militer dengan tegasnya ia teriak menggunakan pengeras suara tepat di dekat kami.”WOY BANGUN JANGAN MANJA , KALIAN PIKIR INI TEMPAT WIASATA” begitulah teriakan salah satu anggota miiter dengan toa di tangannya kami pun sontak terbangun dengan mata yang masih kantuk karena hanya tidur kurang dari 1 jam,kami digiring menuju sebuah lapangan.
Setelah kami turun dari bus gue merasa bahwa pada saat itulah guelah orang yang paling sial,bagaimana tidak tas yang gue bawa putus di bagian talinya,aahhh sial sekali rasanyaa.kami semua dikumpulkan di sebuah lapangan besar untuk mendengarkan arahan dan apa saja yang akan kami lakukan disini,di tempat ini,selama 3 hari ke depan.setelah semua ocehan yang intinya gue tidak tau,mungkin karena sedang ngantuk berat akhirnya kami di persilahkan untuk istirahat hanya  2 jam saja waktu yang di berikan.kami semua terbangun dengan suara yang sama yakni kumandang adzan subuh waktu sukabumi yang sudah di terdengar di telinga,tanpa pikir panjang guepun langsung bergegas tetapi beberapa teman gue masih belum bisa bangkit dari tidur lelapnya,tak ayal mereka semua pun terkena semprotan dari pelatih kami.setelah itu kami menjalani hari hari dengan terasa berat karena di bawah tekanan para pelatih kami.kami harus mengikuti instruksi dari para pelatih mulai dengan baris berbaris,mempererat rasa kesatuan (jiwa corsa),serta belajar cinta tanah air indonesia,semua memang terasa berat kami jalani bagaimana tidak sampai waktu makan pun kami harus selesai dalam hitungan ke 10 dan makanan yang kami makan adalah makanan istimewa (nasi+telor bulat+kuah air putih,lalu di campur aduk).ini merupakan pengalaman pertama gue bahkan kita semua terjun di militer tapi ini merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa,tak terasa sudah 2 hari kami berlatih di sini dan tibalah hari terakhir kami di yonif 310 i.hmmmm semua perasaan bercampur disini mulai rasa senang karena terbebas dari latihan yang berat dan juga rasa haru karena harus berpisah dengan para pelatih disini semua begitu indah untuk menceritakan pengalaman yang sungguh luar biasa ini berkat kebijakan dari kepala sekolah kami (Bpk.Kamalsyah).
                .X SIPIL 4
Sepuluh sipil empat merupakan kelas dimana gue di tempatkan pada saat itu.setelah 3 hari masa pendidikan karakter di sukabumi yang cukup melelahkan akhirnya kami resmi berseragam putih abu abu yaa seragam kebanggaan yang akan selalu terkenang seumur hidup kita dimana kita menghabiskan masa remaja kita dengan kawan serta sahabat yang sangat solid.
Dikelas yang baru ini dengan wajah wajah tegang terutama kaum laki laki yang menahan malu dengan kepala plontosnya yang merupakan oleh2 dari masa pendidikan karakter di suka bumi  serta rasa canggung yang mulai berkurang karena kita dapat mengenal beberapa murid dari masa orentasi serta beberapa diantaranya merupakan kawan lama kami memulai kisah,kelas yang awalnya terdiri dari 34 murid ini hanya berlangsung satu tahun saja karena pada kelas XI (sebelas) kita harus memilih jurusan yang akan kita ambil,setahun bukanlah waktu yang lama tapi kebersamaan kita selama setahun ini selalu terjaga dengan baik,kita selalu mengadakan acara nongkrong bareng dirumah salah satu teman kami tawa canda pun selalu pecah ketika kita saling bercanda untuk mengisi waktu luang kita,tak ketinggalan ketika bulan ramadhan datang kita mengadakan acara buka bersama walaupun tidak setiap hari tapi pada saat itu kebersamaan kita pun mulai tumbuh dan mungkin akan selalu kita kenang.tak terasa satu tahun kita telah bersama dan setelah ujian akhir semester(UAS) kita semua melakukan ujian sekali lagi , bukan untuk nilai raport melainkan untuk menentukan jurusan yang akan kita tempuh di tingkat 2 nanti.hari itu dengan rasa percaya diri gue memilih jurusan teknik konstruksi kayu(TKK) karena gue sudah berkomitmen dengan teman2 laki2 gue di kelas X untuk tetap bersama dengan cara memilih jurusan yang sama.
TAHUN KEDUA

            .XI TEKNIK KONSTRUKSI KAYU (TKK)
Teknik konstruksi kayu merupakan jurusan yang gue pilih bukan karena kualitasnya,maupun gengsi nya tapi karena gue telah berkomitmen dengan sahabat gue pada saat duduk di kelas X untuk tetap bersama dijurusan yang sama.ada beberapa pilihan jurusan yang ada di teknik sipil diantaranya adalah:
   TGB (Teknik Gambar Bangunan) merupakan jurusan yang paling bergengsi dan di unggulkan di teknik sipil maupun sekolah kami,jurusan ini di dominasi oleh kaum hawa.yaa walaupun tidak begitu dominan.
   TSP (Teknik Survey Pemetaan) dari namanya saja sudah terdengar begitu rumit di telinga tapi di jurusan ini cukup bergengsi dan mungkin gue kurang berbakat di bidang ini.
   TBB ( Teknik Batu Beton) kelas di dominasi oleh kaum adam karena praktek yang mungkin terasa berat apabila ada perempuuan dijurusan ini.
   TKK (Teknik Konstruksi Kayu) tak jauh berbeda denga  TBB di kelas ini hanya ada 3 perempuan dan sisanya adalah kaum adam.dan juga kelas ini hanya terdiri dari 19 murid saja paling sedikit diantara jurusan yang lainnya.
Walaupun hanya 19 orang tapi kita tetap melaksanakan proses belajar dengan baik jiwa tolong menolong kita sangat tinggi apalagi jiwa persatuannya tidak perlu di tanyakan lagi.di tingkat 2 ini kami melakukan praktek kerja industri (PRAKERIN) biasa disebut praktek kerja lapangan (PKL),kelas kami terbagi menjadi 2 kelompok yakni di perusahaan Gema graha sarana dan perusahaan mebeul di daerah bitung,mayoritas dari kami bekerja di perusahaan Gema Graha Sarana dan menjalankan PRAKERIN selama 2 bulan.tidak banyak cerita menarik di dunia prakerin ini karena kami seperti karyawan yang lainnya.kerja di bawah aturan perusahaan.setelah 2 bulan berlalu dan rasa kangen dengan dunia pendidikan semakin besar akhirnya kami melanjutkan pendidikan seperti biasa dan berusaha memperolah nilai yang terbaik untuk dapat naik kelas ke tingkat XII.
TAHUN KETIGA
                .XII TEKNIK KONSTRUKSI KAYU (TKK)
Tak terasa ini tahun terakhir kami berseragam putih abu2 masih teringat jelas kami baru saja masuk di sekolah ini,menjalankan masa orientasi,pendidikan karakter tapi di tahun ini kami akan lulus dan menyelesaikan cerita putih abu2,tetapi bagaimanapun juga kita semua berusaha dengan giat untuk mengejar satu tujuan yang sama yakni lulus dari sekolah menengah kejuruan ini,ada beberapa ujian sebelum kami melaksanakan ujian yang sebenarnya , diantaranya :
1.       Membuat laporan PKl         = Kita semua di wajibkan untuk membuat laporan prakerin / pkl yang telah kita laksanakan di tingkat sebelumnya.
2.       Uji lisan                                     = uji lisan ini semacam sidang pada dunia perkuliahan kita harus mempertanggung jawabkan apa saja yang kita lguekan pada prakerin yang telah dilaksanakan apa saja yang kita dapat di sana dan beberapa pertanyaan dari pengawas yang selalu mencecar kami.
3.       Ujian praktek                         = ujian praktek ini untuk mendapatkan nilai di pelajaran kejuruan untuk kelas kami sendiri mendapat tugas membuat kusen pintu dan daun pintu dengan batas waktu 4 hari untuk menyelesaikannya dengan pengawas dari pihak BLK BANTEN .
4.       Ujian Sekolah                         = ujian sekolah telah tiba dimana kita sudah 70% dari proses kelulusan ujian sekolah ini yang di ujikan adalah mata pelajaran non ujian nasional artinya semua mata pelajaran yang bukan merupakan mata pelajaran ujian nasional.
5.       Ujian nasional                        = adalah rintangan terakhir atau gerbang terakhir menuju kelulusan ujian ini sangat penting dalam mempengaruhi nilai kelulusan.
Setalah menyelesaikan dan melewati kelima ujian tersebut kami hanya menunggu waktu dan hasil saja , apakah kerja keras kita selama ini menghasilkan sebuah kebahagiaan atau bahkan sebaliknya ? sebuah pertanyaan besar terus menghantui imajinasigue atau bahkan semua murid “BISAKAH GUE LULUS?” pertanyaan inilah yang harus kita tunggu selama 2 bulan lamanya.tak disangka setelah menerima hasil pengumuman ujian nasional sekolah menegah kejuruan kami ternyata 100% lulus,sungguh kerja keras yang sangat luar biasa dari murid serta staf pengajar yang ada di sekolah ini.
.ACARA KELULUSAN DI JOGJA
Setelah libur sejak selesai ujian nasional akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk mengadakan perpisahan sekolah angkatan 2014 di Yogyakarta,jogja dipilih karena daerah ini menyimpan beragam jenis kebudayaan dan panorama alam yang indah untuk dikunjungi.acara sakral di adakan di Kebumen tepatnya di hotel candisari yang beralamat: Jl. Raya Timur Km. 2, Karanganyar, Kec. Kebumen, Jawa Tengah. acara yang penuh dengan haru itu diadakan setelah isya.pada hari itu seringkali perasaan berubah ubah dan tidak menentu tapi pada acara yang sakral itu semua merasakan haru dan juga berharap dalam hati agar waktu ini tak pernah
berlalu.semua doa dan kata yang terucap semua tingkah yang menjadi berbeda gue tidak akan melupakan masa masa itu,masa jaya kita di putih abu abu yang akan selalu terkenang.menjadi sebuah tumpuan dan kisah menarik yang akan kita ceritakan untuk anak dan cucu kita.”this is not end,it just a beginning” yang selalu teringat dalam lagu yang selalu menggambarkan kebersamaan kita. (bondan n flade 2 black-kita selamanya).
Yaaa hampir 2 tahun sudah masa jaya di putih abu abu sudah pergi perlahan demi perlahan.sedikit demi sedikit semua telah hilang di dalam benak semua sudah menjalankan kehidupannya yang baru di
dunia kerja maupun kembali di dunia pendidikan yang lebih tinggi,
”semoga selalu ada waktu untuk kita sekedar berkumpul dan bernostalgia tentang masa jaya di putih abu-abu itu.”- Andre ardiyanto




Read more

0 ARSITEKTUR BIOKLIMATIK

Selasa, 26 Januari 2016

ARSITEKTUR BIOKLIMATIK
Pengertian:
Arsitektur bioklimatik adalah suatu pendekatan yang mengarahkan arsitek untuk mendapatkan penyelesaian desain dengan memperhatikan hubungan antara bentuk arsitektur dengan lingkungannya dalam kaitanyan iklim daerah tersebut. Pada akhirnya bentuk arsitektur yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh budaya setempat, dan hal ini akan berpengaruh pada ekspresi arsitektur yang akan ditampilakan dari suatu bangunan, selain itu pendekatan bioklimtaik akan mengurangi ketergantungan karya arsitektur terhadap sumber – sumber energi yang tidak dapat dipengaruhi.
perkembangan arsitektur bioklimatik
Perkembangan Arsitektur Bioklimatik berawal dari 1960-an. Arsitektur Bioklimatik merupakan arsitektur modern yang dipengaruhi oleh iklim. Arsitektur bioklimatik merupakan pencermian kembali arsitektur Frank Loyd Wright yang terkenal dengan arsitektur yang berhubungan dengan alam dan lingkungan dengan prinsip utamanya bahwa didalam seni membangun tidak hanya efisiensinya saja yang dipentingkan tetapi juga ketenangannya, keselarasan, kebijaksanaan, kekuatan bangunan dan kegiatan yang sesuai dengan bangunannya, “Oscar Niemeyer dengan falsafah arsitekturnya yaitu penyesuaian terhadap keadaan alam dan lingkungan, penguasaan secara fungsional, dan kematangan dalam pengolahan secara pemilihan bentuk, bahan dan arsitektur”.
Akhirnya dari Frank Wright dan Oscar Niemeyer lahirlah arsitek lain seperti Victor Olgay pada tahun 1963 mulai memperkenalkan arsitektur bioklimatik. Setalah tahun 1990-an Kenneth Yeang mulai menerapkan arsitektur bioklimatik pada bangunan tinggi bioklimatik yang memenangkan penghargaan Aga Khan Award tahun 1966 dan Award pada tahun 1966.
Pendekatan desain arsitektur bioklimatik dengan demikian mengandung keandalansebagai salah satu tipe desain arsitektur yang hemat energi ditinjau dari penggunaanenergi saat pengoperasian bangunan yang bersangkutan. Sebagai bagian dari kelompok eko-arsitektur, maka tujuan dari arsitektur bioklimatik juga menghadirkan bangunan yangramah lingkungan, diantaranya turut berperan serta dalam meredam efek rumah kacapada lingkungan urban, misalnya melalui upaya pengurangan produksi gas CO2 dan CFCke atmosfer.Dalam praktek proses perancangan arsitektur bioklimatik, digunakanlah diagrambioklimatik sebagai bagian dari strategi teknik perancangan bangunan hemat energi.Kontrol akan variabel iklim dalam koridor kenyamanan termis dilakukan melaluipenggunaan diagram bioklimatik. Pada diagram tersebut tergambar area zona nyamantermis menurut fungsi waktu harian, untuk kondisi rencana di dalam ruang maupunkeadaan di ruang luarSejumlah negara, dalam rangka kebijaksanaan penghematan energi di berbagai sektor,telah menerapkan rancangan arsitektur dengan pendekatan bioklimatik sepertiCommerzbank di Frankfurt, NMB Bank Amsterdam, Audubon House di New York,Centre International Rogier di Brussels.Di Lingkungan berikim tropis lembab, penerapan desan arsitektur dengan pendekatanbioklimatik pada kasus bangunan tinggi, diantaranya adalah hasil karya Ken Yeang yaituMenara Mesiniaga setinggi 15 lantai di Kuala Lumpur yang mendapatkan Aga KhanAward of Architecture pada Tahun 1995 dan Arcasia Award pada Tahun 1996. Menurutperancangnya, Menara Mesiniaga ini mampu mencapai efisiensi hingga 80%.



Arsitektur Bioklimatik menghadapi Tuntutan Kenyamanan Penerangan

Kenyamanan penerangan bagi manusia mengandung arti tercapainya kecukupan kuatpenerangan, tidak silau dan kesesuaian warna yang terlihat. Jadi pada prinsipnyakenyamanan penerangan adalah bergantung pada angka kuat penerangan dari sumbercahaya dan komponen pendukungnya, posisi atau kedudukan dari sumber cahaya, sertaaspek pewarnaan dan material permukaan lingkungan. Kuat penerangan (dalam satuanLux) untuk berbagai jenis kegiatan (kebutuhan membaca, bekerja halus, bekerja kasar,menggambar, dll) telah diatur angka standarisasinya di Indonesia
 Pada penerapan sistim pasif yang mengandalkan sumber cahaya siang hari, besarnya kuatcahaya dalam ruang bersumber dari tiga komponen, yaitu komponen terang langit (yanglangsung masuk melalui bukaan), komponen pemantulan dalam ruang, dan komponanpemantulan dari ruang luar. Di iklim tropis, dimana terang langit dapat mencapai 10.000Lux, maka peran dari bukaan/jendela pada bidang selubung bangunan menjadi pentinguntuk mendapatkan kecukupan kuat cahaya yang masuk secara langsung ke dalamruangan, serta peran dari warna dinding bagian dalam yang menyumbangkan efek pemantulan cahaya dalam ruang, agar didapatkan kuat penerangan secara merata.Dalam konteks pencahayaan alami siang hari, dinding dan plafond ruang dalam yangdiberi warna mengarah ke warna putih, akan mampu menyumbangkan sampai sekitar20% dari total kuat cahaya dalam ruang. Sementara itu jenis permukaan dinding kayu(warna cokelat tua/agak gelap) sebagaimana terdapat pada tipe rumah tradisional, hanyamampu memberi kontribusi terang dalam ruang sebesar sekitar 5% saja
Apabilasumbangan dari pemantulan dalam ruang, tidak mencukupi untuk mencapai standarkenyaman penerangan, maka berdampak pada kebutuhan penambahan komponen lampu.Disini nampak terlihat bahwa tidak selamanya, tipe arsitektur tradisional adalah mewakili jenis bangunan hemat energi. Diperlukan suatu modifikasi desain pada rumah tradisionaldengan tetap berdasar pada konsep arsitektur bioklimatik agar tujuan konservasi energidapat tercapai.Pada sistim aktif, dimana diterapkan sistim penerangan buatan, maka sasarannya adalahpada penerapan jenis lampu yang memiliki spesifikasi luminasi dan daya listrik tertentu.Warna dan jenis permukaan dinding hanya berpengaruh secara signifikan terhadap kuatpenerangan dalam ruang apabila diterapkan teknik pencahayaan tidak langsung.Standarisasi terhadap sistim penerangan buatan, selain diarahkan pada kecukupan angkakuat penerangan, juga pada daya rata-rata/m2. Pada ruang-ruang hunian, misalnyadibatasi angka maksimum 15 W/m2
Perkembangan teknologi lampu hemat energitentu saja disambut baik dalam kaitannya dengan pengembangan konsep arsitekturbioklimatik.








Read more

0 ARSITEKTUR BIOLOGIS

Senin, 25 Januari 2016

ARSITEKTUR BIOLOGIS
Arsitektur adalah  adalah seni yang dilakukan oleh setiap individual untuk berimajinasikan diri mereka dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
Biologis adalah ilmu alam yang mempelajari kehidupan dan organisme hidup termasuk struktur,fungsi,pertumbuhan,evolusi,persebaran dan taksonominya.
Arsitektur biologis adalah ilmu penghubung antara manusia dan lingkungan secara keseluruhan  hubungan arsitektur biologis dapat diperlihatkan sebagai berikut:
ARSITEKTUR
BIOS
LOGOS
Rumah, pondok
Kehidupan
Keputusan
Kulit manusia ketiga
Daya hidup
Daya cipta, energy
Tanah air
Alamiah
Materialisasi
Kediaman / pemukiman

Dunia teratur
Kebiasaan
Alam kehidupan
Keselarasan / harmoni
Tempat berlindung
Alam tumbuh-tumbuhan
Kesehatan


Kebudayaan
Dalam konsep arsitektur biologis si arsitek di arahkan kepada  sesuatu yang dapat menjaga alam,perpaduan antara manusia dengan alam artinya setiap bangunan yang akan di bangun tidak memiliki dampak negati terhadap alam dan dapat menciptakan suatu karya arsitektur yang ramah lingkungan,tahapan arsitektur biologis dapat tercapai apabila :
1.Penggunaan material yang ramah lingkungan
2.Membuat solusi yang mengatasi dampak negatif yang akan terjadi pada lingkungan sekitar
Arsitektur biologis ini mendorong para arsitek untuk membuat inovasi dan terobosan baru,salah satunya adalah mengusung tema “GREEN ARSITEK” yang ramah lingkungan dengan penghematan energi dan memanfaatkan lingkungan sebagai patokan utama pada tema ini.hal hal yang mendukung green arsitek adalah sebagai berikut:

1.Pengolahan air
Dalam perencanaan sebuah bangunan, seorang arsitek selalu dihadapkan pada masalah pengolahan air. Air hujan adalah salah satu yang perlu manajemen yang baik supaya tidak mengganggu kenyamanan hidup kita. Air hujan jamaknya dialirkan melalui saluran-saluran (vertikal maupun horizontal) yang ada di dalam lahan sebelum diteruskan ke sistem drainase kota. Pengaliran dengan mengandalkan sistem drainae kota ini terbukti sudah tidak efektif dalam mengelola air hujan.

Banjir besar di Jakarta tahun 2002 dan 2007 adalah bukti betapa lemahnya sistem drainase kota menghadapi air hujan. Terlepas dari tingginya curah hujan, sistem drainae kebanyakan kota di Indonesia memang sudah tidak memadai karena semrawutnya tata ruang. Selain itu, kebiasaan hidup masyarakat membuang sampah ke sungai dan tinggal di bantaran kali juga menyebabkan kurang berartinya sistem drainase dalam menghadapi limpahan air hujan.

Salah satu alternatif pengolahan air hujan adalah menggunakan lubang resapan biopori ditemukan oleh Ir. Kamir R. Brata, Msc, seorang Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB). Resapan biopori meningkatkan daya resapan air hujan dengan memanfaatkan peran aktifitas fauna tanah dan akar tanaman.Lubang resapan biopori adalah lubang silindris berdiameter 10-30 cm yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan kedalaman sekitar 100 cm. Dalam kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, lubang biopori dibuat tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang kemudian diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori.
2. Hijau dirumah
Desain rumah yang green architecture bisa diterapkan dirumah kita. Sebagai sebuah kesatuan antara arsitektur bangunan rumah dan taman tentu harus selaras. Untuk mendekatkan diri dengan alam, fungsi ruang dalam rumah ditarik keluar. Ruang tamu di taman teras depan, ruang makan dan ruang keluarga ditarik ke taman belakang atau ke taman samping, atau kamar mandi semi terbuka di taman samping. Sebaliknya, fungsi ruang keluar menerus ke dalam ruang. Ruang tamu atau ruang keluarga hingga dapur menyatu secara fisik dan visual. Rumah dan taman mensyaratkan hemat bahan efisien, praktis, ringan, tapi kokoh dan berteknologi tinggi, tanpa mengurangi kualitas bangunan.

Arsitektur hijau mensyaratkan dekorasi dan perabotan tidak perlu berlebihan, saniter lebih baik, dapur bersih, desain hemat energi, kemudahan air bersih, luas dan jumlah ruang sesuai kebutuhan, bahan bangunan berkualitas dan konstruksi lebih kuat, serta saluran air bersih. Keterbukaan ruang-ruang dalam rumah yang mengalir dinamis. Ketinggian lantai yang cenderung rata sejajar, distribusi void-void, pintu dan jendela tinggi lebar dari plafon hingga lantai dilengkapi jalusi (krepyak), dinding transparan (kaca, glassblock, fiberglass, kerawang, batang pohon), atap hijau (rumput) disertai skylight.
Prinsip-prinsip Green Architecture


Penjabaran prinsi-prinsip green architecture beserta langkah-langkah mendesain green building menurut: Brenda dan Robert Vale, 1991, Green Architecture Design fo Sustainable Future:
1. Conserving Energy (Hemat Energi)

Sungguh sangat ideal apabila menjalankan secara operasional suatu bangunan dengan sedikit mungkin menggunakan sumber energi yang langka atau membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkannya kembali. Solusi yang dapat mengatasinya adalah desain bangunan harus mampu memodifikasi iklim dan dibuat beradaptasi dengan lingkungan bukan merubah lingkungan yang sudah ada. Lebih jelasnya dengan memanfaatkan potensi matahari sebagai sumber energi. Cara mendesain bangunan agar hemat energi, antara lain:

Banguanan dibuat memanjang dan tipis untuk memaksimalkan pencahayaan dan menghemat energi listrik.
Memanfaatkan energi matahari yang terpancar dalam bentuk energi thermal sebagai sumber listrik dengan menggunakan alat Photovoltaic yang diletakkan di atas atap. Sedangkan atap dibuat miring dari atas ke bawah menuju dinding timur-barat atau sejalur dengan arah peredaran matahari untuk mendapatkan sinar matahari yang maksimal.
Memasang lampu listrik hanya pada bagian yang intensitasnya rendah. Selain itu juga menggunakan alat kontrol penguranganintensitas lampu otomatis sehingga lampu hanya memancarkan cahaya sebanyak yang dibutuhkan sampai tingkat terang tertentu.
Menggunakan Sunscreen pada jendela yang secara otomatis dapat mengatur intensitas cahaya dan energi panas yang berlebihan masuk ke dalam ruangan.
Mengecat interior bangunan dengan warna cerah tapi tidak menyilaukan, yang bertujuan untuk meningkatkan intensitas cahaya.
Bangunan tidak menggunkan pemanas buatan, semua pemanas dihasilkan oleh penghuni dan cahaya matahari yang masuk melalui lubang ventilasi.
Meminimalkan penggunaan energi untuk alat pendingin (AC) dan lift.

2. Working with Climate (Memanfaatkan energi alami)kondisi dan sumber

Melalui pendekatan green architecture bangunan beradaptasi dengan lingkungannya. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan kondisi alam, iklim dan lingkungannya sekitar ke dalam bentuk serta pengoperasian bangunan, misalnya dengan cara:

Orientasi bangunan terhadap sinar matahari.
Menggunakan sistem air pump dan cros ventilation untuk mendistribusikan udara yang bersih dan sejuk ke dalam ruangan.
Menggunakan tumbuhan dan air sebagai pengatur iklim. Misalnya dengan membuat kolam air di sekitar bangunan.
Menggunakan jendela dan atap yang sebagian bisa dibuka dan ditutup untuk mendapatkan cahaya dan penghawaan yang sesuai kebutuhan.

3. Respect for Site (Menanggapi keadaan tapak pada bangunan)

Perencanaan mengacu pada interaksi antara bangunan dan tapaknya. Hal ini dimaksudkan keberadan bangunan baik dari segi konstruksi, bentuk dan pengoperasiannya tidak merusak lingkungan sekitar, dengan cara sebagai berikut.

Mempertahankan kondisi tapak dengan membuat desain yang mengikuti bentuk tapak yang ada.
Luas permukaan dasar bangunan yang kecil, yaitu pertimbangan mendesain bangunan secara vertikal.
Menggunakan material lokal dan material yang tidak merusak lingkungan.

4. Respect for User (Memperhatikan pengguna bangunan)

Antara pemakai dan green architecture mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Kebutuhan akan green architecture harus memperhatikan kondisi pemakai yang didirikan di dalam perencanaan dan pengoperasiannya.
5. Limitting New Resources (Meminimalkan Sumber Daya Baru)

Suatu bangunan seharusnya dirancang mengoptimalkan material yang ada dengan meminimalkan penggunaan material baru, dimana pada akhir umur bangunan dapat digunakan kembali unutk membentuk tatanan arsitektur lainnya.
6. Holistic

Memiliki pengertian mendesain bangunan dengan menerapkan 5 poin di atas menjadi satu dalam proses perancangan. Prinsip-prinsip green architecture pada dasarnya tidak dapat dipisahkan, karena saling berhubungan satu sama lain. Tentu secar parsial akan lebih mudah menerapkan prinsip-prinsip tersebut. Oleh karena itu, sebanyak mungkin dapat mengaplikasikan green architecture yang ada secara keseluruhan sesuai potensi yang ada di dalam site.


KONSEP ARSITEKTUR HIJAU (GREEN ARCHITECTURE)

Arsitektur hijau adalah suatu pendekatan perencanaan bangunan yang berusaha untuk meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan. Sebagai pemahaman dasar dari arsitektur hijau yang berkelanjutan, elemen-elemen yang terdapat didalamnya adalah lansekap, interior, yang menjadi satu kesatuan dalam segi arsitekturnya. Dalam contoh kecil, arsitektur hijau bisa juga diterapkan di sekitar lingkungan kita. Yang paling ideal adalah menerapkan komposisi 60 : 40 antara bangunan rumah dan lahan hijau, membuat atap dan dinding dengan konsep roof garden dan green wall. Dinding bukan sekadar beton atau batu alam, melainkan dapat ditumbuhi tanaman merambat. Tujuan utama dari green architecture adalah menciptakan eco desain, arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami, dan pembangunan berkelanjutan. Arsitektur hijau juga dapat diterapkan dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air dan pemakaian bahan-bahan yang mereduksi dampak bangunan terhadap kesehatan. Perancangan Arsitektur hijau meliputi tata letak, konstruksi, operasi dan pemeliharaan bangunan. Konsep ini sekarang mulai dikembangkan oleh berbagai pihak menjadi Bangunan Hijau.




Read more

0 ISU ARSITEKTUR

Jumat, 22 Januari 2016

ISU-ISU PADA ARSITEKTUR
Pengertian arsitektur  adalah seni yang dilakukan oleh setiap individual untuk berimajinasikan diri mereka dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.


Isu adalah suatu peristiwa atau kejadian yang di prediksi terjadi atau tidak terjadi pada masa mendatang yang berhubungan dengan ekonomi,moneter,sosial,politik,hukum,pembangunan nasional,bencana alam,hari kiamat,kematian,ataupun tentang krisis,isu juga disebut rumor,kabar burung,dan gosip
Isu arsitektur adalah sesuatu yang akan terjadi ataupun sebuah rumor yang menyangkut tentang lingkungan,perkotaan akibat dari pembangunan yang tidak teratur.
Dalam dunia arsitektur lahan atau tanah merupakan hal yang sangat penting karena lahan atau tanah ini di gunakan untuk membangun sebuah bangunan tapi apa jadinya jika lahan yang digunakan merupakan lahan penghijauan ataupun persawahan yang notabenne adalah daerah resapan air seperti yang terjadi di banyak perumahan yang ada di kota besar seperti Jakarta,Tangerang,Bekasi dan kota besar lainnya.sulit sekali rasanya menemukan lahan yang digunakan untuk penghijauan bahkan hutan hutan kota pun sangat sulit ditemui atau bahkan luasnya hanya beberapa meter persegi saja,berbeda dengan menjamurnya perumahan serta komplek komplek mewah di kota besar ini,korbannya adalah lahan hijau dan persawahan yang dialih fungsikan menjadi perumahan atau komplek hunian dan bahkan dijadilkan daerah komersil tanpa melihat dampak yang akan terjadi dimasa yang akan datang.
Sebagai salah satu contohnya adalah pembangunan di perumahan Wisma-mas 3 yang terletak di kecamatan pasar kemis,Tangeranng,perumahan ini di bangun di atas lahan yang sangat luas ini bahkan mengorbankan persawahan yang sangat luas dan akibat dari pembangunan tersebuat adalah banjir yang kerap terjadi saat musim hujan bahkan saat hujan ringan genangan air sudah terlihat di jalan jalan perumahan ini merupakan sebuah pelajaran untuk memperhatikan pentingnya lahan penyerapan air di sekitar kita perlunya lahan hijau tidak hanya untuk resapan air saja tapi berungsi untuk menyehatkan udara di sekitar lahan tersebut banyak sekali keuntungan yang di dapatkan jika kita mereboisasi hutan hutan yang sudah mulai gundul akibat penebangan liar maupun bencana alam.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat menjadi sebuah pelajaran tentang pentingnya lahan hijau di kota besar seperti ini. Terima kasih dan sampai bertemu di artikel selanjutnya



               
Read more

0 PENGALAMAN ARSITEKTUR

Rabu, 13 Januari 2016

Selamat siang menuju sore dimana saya memulai menulis blog ini dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi saya mulai menulis kata demi kata dalam tulisan ini,perkenalkan nama saya andre ardiyanto anak yang terlahir di era 90-an dan menjadi anak pertama dari tiga bersaudara.terlahir dari seorang ayah berprofesi sebagai arsitek dan seorang ibu rumah tangga merupakan suatu kebanggaan tersendiri.sebagai seorang anak pertama tentunya banyak tuntutan dari orang tua untuk memberikan contoh yang baik bagi saudaranya yang lain,serta keinginan sang ayah untuk menurunkan darah arsitek kepada sang anak,tanpa ada rasa paksaan karena sejak lulus smp menjadi arsitek adalah cita cita yang saya idamkan.
Setelah lulus sekolah menengah pertama(SMP) tanpa banyak berfikir seperti teman yang lain tentang jurusan apa yang akan mereka ambil di SMA/SMK tentang masa depan dan cita cita yang akan mereka gapai saya sudah memutuskan dengan bulat untk terjun langsung kedunia arsitek dengan mendaftarkan diri ke SMKN 4 Tangerang dan memilih jurusan SIPIL yang merupakan satu satunya SMK negeri yang memiliki jurusan sipil di kota Tangerang,dengan mengikuti tes yang cukup rumit untuk masuk ke SMK ini alhamdulillah dengan izin allah akhirnya saya di terima di SMK favorit kota Tangerang ini.3 tahun menuntut ilmu dengan kualitas pendidikan yang cukup bagus di sini membuat saya belajar tentang banyak hal terutama saat melakukan PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) di sebuah perusahaan mebel ternama di Kabupaten Tangerang dimana saya belajar banyak tentang dunia arsitek.setelah pengalaman yang luar biasa ini saatnya saya membuat laporan tentang semua kegiatan yang saya lakukan di industri tersebut untuk mempertanggung jawabkan nilai yang saya dapat pada PRAKERIN kemarin yang merupakan syarat kelulusan pada sekolah saya.setelah belajar banyak hal di SMK ini akhirnya saat yang sangat  manyenangkan atau bahkan menyedihkan ,kenapa demikian? Yaa sangat menyenangkan rasanya bisa menyelesaikan pendidikan tingkat atas di sekolah yang sangat ternama ini namun rasa sedih pun ada karena harus meninggalkan semua kenangan indah masa remaja kami,berpisah dengan teman teman tercinta dengan sangat berat hati karna kami ingin menempuh mimpi dan membuatnya menjadi kenyataan.

Beberapa bulan setalah acara perpisahan SMK akhirnya saya mendaftarkan diri di sebuah kampus swasta yang cukup dikenal yaitu universitas Gunadarma di depok tentunya saya mengambil jurusan Arsitek untuk memperdalam ilmu arsitek yang sudah saya dapat sewaktu sekolah di tingkat atas,
Ilmu ilmu yang saya dapatkan disini sangat berbeda dengan apa yang saya dapatkan pada waktu sekolah disini saya belajar penghitungan struktur dan proses perancangannya teori dan sejarah arsitektur kelengkapan arsitektur dalam mata kuliah Utilitas serta masih banyak yang akan saya pelajari di kampus ini sampai saya matang dan sudah sangat siap dengan dunia saya yang baru yaa menjadi seorang arsitek yang sudah lama saya ingikan dan dambakan sebentar lagi akan terwujud dengan optimistis serta kegigihan untuk meraihnya.
Saya pribadi menulis ini untuk membagikan pengalaman pribadi tentang dunia arsitek dan semoga dapat berharga untuk pembacanya demikian terima kasih,selamat soree B-).

Read more

0 UN:MOMOK BAGI PARA SISWA

Sabtu, 13 Juni 2015

UN:MOMOK BAGI PARA SISWA
Judul tulisan diatas seolah-olah mendeskripsikan akan datangnya kehancuran dunia. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pendidikan memang menjadi aspek yang sangat sentral lagi fundamental bagi terbentuknya sebuah peradaban dan kegemilangan suatu bangsa. Perbincangan soal pendidikan pun seperti deburan ombak lautan yang tak pernah surut dari terpaan arus problematika. Masih saja ada yang salah dalam sistem pendidikan negeri ini. Sepertinya, apa yang telah diupayakan pemerintah untuk perbaikan pendidikan bangsa tidaklah pernah benar di mata para pemerhati pendidikan.
Bak busur panah yang melesat mencari sasaran, berbagai kritikan pedas pun kerapkali dilesahkan oleh para pemerhati pendidikan, terutama berkaitan dengan ujian nasional (UN). Memang, jika diperhatikan lebih mendalam, pendidikan negeri ini memang masih jauh dari tataran bagus.
Banyak sekali ketimpangan-ketimpangan pendidikan yang masih terjadi di semua lini pendidikan. Baik itu berupa sistem yang sering gonta-ganti, kapabilitas guru yang jauh dari tataran layak, sarana dan prasarana yang tidak termaksimalkan dengan baik, dan lain sebagainya. Maklum saja jika ada sebuah ungkapan, setiap ganti Menteri pasti ganti kebijakan; padahal kebijakan yang terdahulu belum sempat tersosialisasi secara merata, tiba-tiba diganti dengan yang baru.
Ironis sekali jika melihat fenomena yang ada pada lembaga pendidikan belakangan ini. Lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat ideal bagi para pengais ilmu, menjadi tempat yang sangat kondusif bagi terciptanya budaya intelektual serta menjadi tempat yang menyenangkan bagi para siswa, sekarang malah berbalik dari kenyataan itu.
Realita yang ada sekarang mendeskripsikan bahwa lembaga pendidikan yang beroperasi hingga saat ini lebih seperti sarang hantu yang ogah untuk dijamah atau dijadikan media belajar, apalagi menjadi tempat yang paling diminati oleh para siswa. Sebagai ilustrasi dari berbagai fenomena yang seringkali kita saksikan belakangan ini, berapa banyak siswa yang lebih gembira ketika berita libur itu dikumandangkan daripada mendengar berita masuknya kegiatan belajar-mengajar? Belum lagi situasi kelas yang membosankan hingga siswa lebih memilih untuk menjadikan kelas sebagai tempat yang nyaman untuk tidur daripada tempat untuk mengais pengetahuan.
Fenomena ini lebih diperparah ketika datangnya berita tentang UN (Ujian Nasional). Ujian Nasional hadir layaknya monster yang menakutkan bagi para siswa. Berapa banyak siswa yang stress gara-gara menghadapi UN? Tidak hanya siswa, bahkan orang tua dan gurupun ikut-ikutan stress.

Monster Pendidikan, Itulah UN (Ujian Nasional)
Pertanyaan mendasar yang perlu diungkapkan dalam menyoroti pendidikan bangsa adalah, mengapa Ujian Nasional menjadi momok yang begitu mengerikan bagi para siswa? Pertanyaan ini pantas muncul jika memperhatikan pada apa yang nampak pada pendidikan bangsa hingga saat ini.
Untuk menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya jika dikemukakan pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, yang menyempatkan dirinya untuk menyampaikan pesan sekaligus memberi semangat bagi para siswa yang akan menjalankan Ujian Nasional 2013 pada Senin (15/4/2013) khusus untuk wilayah Indonesia barat dan Indonesia timur. “Yang pertama, tanamkan rasa percaya diri dan optimisme agar dapat mengerjakan soal dengan baik,” kata Nuh sebelum melakukan inspeksi dadakan ke beberapa sekolah di Jakarta.
Apa yang dilakukan oleh Mendikbud beberapa bulan lalu dengan penyampaian pesan serta inspeksi dadakan di beberapa sekolah yang ada di Jakarta merupakan indikasi dari wujud ketakutannya akan hadirnya Ujian Nasional. Jika ditelaah lebih jauh, mengapa Ujian Nasional itu menjadi momok yang begitu menakutkan bagi para siswa, maka akan dijumpai beberapa hal yang seringkali menjadi alasan logis akan ketakutannya pada UN ini. Diantaranya:
1) Jika gagal dalam UN maka siswa akan malu sepanjang hidupnya,
2) UN seakan-akan menjadi ujian finish bagi kehidupan siswa,
3) Siswa yang tidak lulus dalam UN, maka dia tidak bisa melanjutkan belajarnya ke jenjang lebih tinggi.
Melihat fenomena seperti ini, menjadi lucu jadinya. Perwayangan pendidikan bangsa ini sepertinya menjadi mainan para elit penguasa. Bayangkan, para siswa yang menghabiskan waktunya selama bertahun-tahun untuk mengenyam pendidikan kini masa depannya harus rela untuk dipertaruhkan dengan hanya ujian beberapa hari. Lebih parahnya lagi, pertaruhan yang kerapkali menjadikan para siswa stress itu hanya dihargai dengan selembar kertas. Selembar kertas yang terkadang tidak bisa membantu apa-apa untuk bekal hidupnya, atau bahkan hanya menjadi hiasan yang terpajang di almari saja.
Bagaimanakah Seharusnya UN?
Ujian Nasional seharusnya tidak terlalu mengekang siswa, apalagi menjadikannya paranoid. Ujian Nasional itu tidaklah seperti perampok yang siap untuk merenggut kebahagiaan siswa. Jika dicermati lebih mendalam, UN yang diterapkan di negeri ini menjadi sistem evaluasi yang terkesan timpang bagi para siswa.
UN terkesan timpang karena sudah tersetting sedemikian rupa oleh Pemerintah. Diantaranya dengan menetapkan kriteria soal yang sama bagi semua instansi pendidikan yang ada di Indonesia. Padahal, tidak semua sarana dan prasarana yang ada di setiap instansi pendidikan itu sama. Hal ini terkesan, UN itu hanya menguntungkan segolongan pihak saja, yakni sekolah-sekolah yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai serta memiliki pengajar yang berkualitas. Umumnya, sekolah berlabel sekolah unggullah yang diuntungkan.
Mungkin ada baiknya jika sistem pendidikan yang diterapkan di negeri ini belajar dari sistem Finlandia yang menjadikan Ujian Nasional bukanlah sebagai momok yang menakutkan. Akan tetapi, Ujian Nasional itu digelar hanya untuk pemetaan. Hasilnya pun kemudian diinformasikan hanya kepada pihak sekolah dalam rangka perbaikan.
Menarik memang sistem yang diterapkan oleh negeri asal Nokia dan Angry Birds ini. Mengingat negeri tersebut adalah termasuk dalam kategori negeri yang memiliki sistem pendidikan yang menjadi sentral perhatian dunia karena keberhasilannya dalam reformasi pendidikan.
Ada baiknya jika para elit penguasa negeri ini melakukan reformasi besar-besaran untuk perbaikan mutu pendidikan bangsa, mungkin di antaranya adalah dengan memperbincangkan kembali sistem Ujian Nasional yang hanya bisa menekan siswa menjadi sistem yang ramah bagi efektifitas pengajaran siswa.
Dari data produk binaan Ujian Nasional yang ada, berapa banyak Ujian Nasional yang mengekang itu melahirkan pengangguran-pengangguran baru di tubuh bangsa. Melihat hal itu, sudah sepantasnya pemerintah negeri ini melakukan reformulasi terhadap konsep Ujian Nasional yang hanya bersifat mengekang seperti yang terlihat dewasa ini menjadi ujian yang ramah bagi siswa. Harapannya, dengan cara yang bersahabat tersebut pendidikan bangsa ini akan menghasilkan produk-produk yang bekualitas.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/05/23/51782/un-menjadi-momok-yang-menakutkan-bagi-siswa/?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+dakwatunacom+%28dakwatuna.com%29#axzz3cvU1JkEj

                                                                                                                                           
Read more